Desa Letkole
Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang
Partisipasi dan Peran Aktif Warga Desa Dalam Menggelar Simulasi Bencana Tingkat Desa Letkole yang Merupakan Kolaborasi bersama Pemerintah Desa Letkole bersama Program MATAHATI dan BPBD Kab. Kupang
Letkole, 25 Juli 2026 — Desa Letkole menggelar kegiatan simulasi bencana yang bertujuan memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat terhadap potensi bencana, khususnya banjir. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Letkole dan dihadiri oleh seluruh warga desa.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Letkole, Yusak A. Estanu, A.Ma.Pust, didampingi oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Letkole, Oktovianus J. Kene. Moderator pada kegiatan ini adalah Paulus R. Koanaben.
Fasilitator kegiatan diselenggarakan oleh Yayasan Pikul melalui Program Mata Hati yang dihadiri Langsung Oleh Ferdy Fallo dan Sadrak Nenu selaku Field Officer bekerja sama dengan Pemerintah Desa Letkole dan BPBD Kabupaten Kupang. Kegiatan ini diawali dengan peningkatan kapasitas bagi warga desa terkait pentingnya Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), Dokumen Rencana Kontijensi (RENKON) dan Dokumen Rencana Penanggulana Bencana (RPB). Narasumber yang hadir yakni Johanis Amalo, S.Kom (Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Kupang) dan Metusalak Manit, (Tim Reaksi Cepat, BPBD Kabupaten Kupang). Materi utama yang disampaikan berjudul "Penguatan Kesiapsiagaan Daerah" yang dipandu langsung oleh Johanis Amalo. mengacu pada Undang‑Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Bagian praktek lapangan meliputi simulasi di titik rawan banjir, yaitu Kali Noemetan. Simulasi ini dipandu oleh narasumber lapangan Metusalak Manit. Kegiatan bertujuan membentuk ketangguhan masyarakat desa serta membentuk Desa Siaga Bencana melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi antarwarga.
Dalam rangka operasional kesiapsiagaan, kegiatan tersebut turut menetapkan Ketua Kampung Siaga Bencana, Oktovianus Kene dan Wakil ketua Alexander Kuanine, sekretaris yakni ; Paulus R. Koanaben, Serta Bendahara; Susana Takaeb. Adapun juga coordinator Bidang Pra Bencana yaitu; Jedperolens Kuanaben , coordinator tim siaga darurat ; Daud M. Aklili, coordinator bidang pasca bencana; Salem A.S. Aklili. Tim pemantau lapangan ditunjuk terdiri dari Yustus Kolfa'o dan Nefret Taek.
Sumber pendanaan kegiatan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Letkole sesuai Peraturan Bupati Nomor 96 Tahun 2025, serta dukungan dari Yayasan Pikul.
Kegiatan simulasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya kesiapsiagaan di Desa Letkole sehingga mampu mengurangi risiko korban dan kerugian apabila terjadi bencana di masa mendatang.
Sebelum menutup kegiatan, Johanis mengharapkan agar Praktik Simulasi yang sudah di peragakan, terus dilakukan oleh KSB agar masyarakat terus mengingat dan selalu dalam Kesiap-Siagaan.
